Peace Be Upon You

Sebuah blog simple yang telah di buat oleh seorang siswi muda yang masih duduk di bangku salah satu sekolah menengah di kota Yogyakarta dan di buat pada bulan September tahun 2008.  Blog yang sangat sederhana dan terbilang masih sangat lemah. Ya, memang lemah. Lemah dari segi posting, tulisan yang masih acak-acakan, dan tampilan yang sangat biasa. Sebut saja dengan sebutan Pemula. Karena dengan diluncurkannya blog ini pun karena alasan tugas sekolah. Yang memang diwajibkan bagi setiap murid untuk membuat sebuah blog, sesederhana apapun blog itu.

Tetapi meskipun blog ini dibuat karena tugas individu, saya sendiri terbilang cukup menikmati proses pembuatan blog ini. Karena saya sendiri masih fresh graduate dan saya sendiri tertarik dengan hal-hal yang berbau IT. Melalui wordpress inilah saya mulai mengasah keinginan saya untuk membuat tampilan blog yang eye catching. Dimana saya memulai mengotak atik memilih theme yang menarik menurut versi saya, menyesuaikan warna gambar apapun yang saya postingkan agar sesuai dengan warna theme blog ini. Bagi pemula seperti saya hal-hal kecil dan simple seperti ini pasti terasa rumit. Misalnya saya harus mencoba theme beberapa kali untuk mendapatkan tampilan yang sesuai.

Biasanya nge-blog itu identik dengan menulis dan posting. Sehingga akan mengasah kemampuan menulis mereka. Tetapi berbeda dengan saya. Dari sinilah awal mula saya menyukai hal-hal yang berbau desain. Seperti merasa tidak puas dengan theme yang disediakan oleh wordpress meskipun jika disuruh men-desain theme seperti theme-theme yang ada di wordpress pun saya tidak akan mampu membuatnya. Hehehe… Yah mungkin suatu hari nanti saya bisa. Mungkin suatu hari nanti saya mampu. Mungkin suatu hari nanti saya akan menjadi seorang Desainer. Amin Ya Rabbal Alamin.
Memang hanya Mungkin, karena manusia hanya bisa berharap, bermimpi, berangan-angan kemudian berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Jika mendapat Ridho dari-Nya mungkin saya bisa meraihnya. Amin.


Salam,

Endah Rika

Advertisements

September 9, 2008 at 5:28 am 4 comments

Photography

Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

PhotographyJadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure)

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO

Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure) Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.


Salam,

Endah Rika

September 9, 2008 at 1:08 am 1 comment


Blog Stats

  • 910 hits

Categories

Calendar

October 2017
S M T W T F S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

My Photos

RSS News

  • Rossi Akui Tampil 'Bodoh' di MotoGP Australia
    Valentino Rossi mengaku harus tampil 'bodoh' pada MotoGP Australia 2017. Jika tidak, pembalap berusia 38 tahun itu merasa tidak bakal naik podium. Rossi menghabiskan 40 menit 51,571 detik untuk menyelesaikan MotoGP Australia. Dia tertinggal 1,799 detik di belakang Marc Marquez. Jika Marquez tampil dominan untuk memenangkan seri keenam pada musim in […]
  • Audisi LIDA di Riau Diserbu Ratusan Peserta
    Setelah sukses menggelar audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) di delapan provinsi, Indosiar sebagai salah satu stasiun televisi yang berkomitmen terhadap perkembangan dangdut kembali menggelar hal serupa di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kepulauan Riau dan Riau. Di Riau sendiri, audisi dilaksanakan di Kota Pekanbaru, tepatnya di Markas Komando Brimob […]
  • Sifat Baik, tapi Nggak Selamanya Empati Itu Bagus
    Empati - pada jaman yang sudah semakin individualis ini mungkin menjadi barang langka. Kemampuan untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain diyakini menjadi senjata yang ampuh untuk mencipatakan keharmonisan dalam relasi pada teman, suami, ataupun lingkungan sosial yang lebih luas. Namun, berempati terlalu dalam terhadap apa yang dialami oleh orang l […]